Kamis, 11 Juni 2015

Ringkasan Perdagangan 10-06-2015

IHSG ditutup menguat sebesar 0,69% ke posisi 4933 dimana total transaksi harian sebesar Rp 5 trilyun. Berikut ringkasan perdagangan nya

Open : 4914                                       Low  : 4912
High  : 4974                                       Close : 4933
Change        : 33.68
Change %   : 0.69%
Frekuensi    : 239.384
Volume       : 4.534.506.900
Value         : 5.090.099.599.490

Rabu, 10 Juni 2015

Mengenal Analisis Tenikal

Analisis teknikal merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengamati, mempelajari kondisi dan tingkah laku market, dimana lebih tepatnya segala sesuatu tentang psikologi market. Analisa teknikal modern berpijak pada DOW THEORY yang dibuat berdasarkan kumpulan tulisan Charles Dow. Tulisan ini menginspirasi penggunaan dan pengembangan analisa teknikal mulai dari akhir abad ke 19, itu artinya analisa teknikal bukanlah metode baru, namun sudah jauh-jauh hari lahir sebelum era teknologi informasi muncul.

Pionir analisa teknikal lainnya adalah Ralph Nelson Elliot dan William Delbert Gann yang mengembangkan tekniknya sendii pada awal abad ke 20. Percaya atau tidak, analisa teknikal memnag lebih memberikan informasi terkait psikologi market melalui rangkaian candle yang tercermin dalam grafik. Pada dasarnya, analisis teknikal mempelajari 2 hal mendasar, yaitu serakah (greedy) dan ketakutan (fear) dalam market.

Watchlist Hari ini

Dengan melihat daftar indeks acuan dunia dan asia yang mayoritas melemah (kecuali S&P500 dan KOSPI) serta rupiah yang masih tertahan di 13,355 kemungkinan besar hari ini IHSG kembali dibuka di bawah level penutupan kemarin,

Jika anda memang tetap melakuka trading saat bearish seperti sekarang, Bottom Fishing (mancing bawah) merupakan salah satu teknik yang bisa diandalkan, namun tetap perlu waspada dengan kondisi sekarang ini, karena untuk mendapatkan keuntungan lebih sulit ketimbang saat bull terjadi.

IHSG Tertahan di Support 4900 ?

IHSG kembali anjlok pada perdagangan kemarin, dimana IHSG ditutup di level 4,899 atau turun -2.3% dari posisi pembukaan 5,002. Lalu bagaimana dengan hari ini? Well, potensi rebound memang keciil ditengah gempuran net sell, dimana pada perdagangan kemarin asing net sell lebih dari 2 trilliyun yang membuat IHSG terjermbab dalam. Dengan penurunan sedalam itu, banyak analis maupun trader atau investor bahwa saat ini saham-saham unggulan seperti BBRI, BMRI, PTPP dsb telah terdiscount. Pertanyaannya benarkah demikian? Meski memang penurunan IHSG hampir 15% namun sejujurnya penulis belumlah yakin kalau saat ini harga saham-saham tersebut sudah terdiscount.

Menilik koreksi menengah yang terjadi pada tahun 2013 silam, dimana IHSG mengalami koreksi yang sangat dalam yakni kurang lebih sebesar 35% dari posisi tertingginya 5250 menuju posisi terendahnya 3900, maka secara kasar penulis menyimpulkan penurunan IHSG masih dapat berlanjut meski tetap ada rebound disana sini. Apalagi saat ini IHSG masih koreksi 15% yang artinya masih kurang dari setengahnya total koreksi di 2013 dan nilai tukar rupiah yang masih terus melemah meskipun beberapa pejabat pemerintah maupun BI berusaha meyakinkan peusahaan dan investor bahwa pada kuartal II 2015 nilai tukar rupiah akan membaik.

Selasa, 09 Juni 2015

Ringkasan Perdagangan Hari Ini 09-06-2015

IHSG kembali ditutup melemah, bahkan pelemahan ini membuat IHSG berada pada support kuatnya di 4900. IHSG ditutup anjlok sebesar -2.30% ke posisi 4.899 dimana asing net sell lebih dari 2 triliyun dan berikut ringkasan perdagangan hari ini

Open      : 5002                                        Low       : 4852
High        : 5002                                       Close      : 4899
Change               : -115.11
Change %          : -2.30%
Frekuensi           : 222.620
Volume              : 4.030.130.600
Value                 : 7.537.663.621.105

Koreksi IHSG di 2015 : Review dan Strategi Menghadapi Koreksi

Sejak 2008 IHSG hanya sekali mengalami koreksi yakni pada tahun 2013 selama kurang lebih 7 bulan sebelum kembali menguat pada awal tahun 2014, dan kini IHSG mengalami koreksinya dimulai resmi pada April lalu. Lalu sampai kapan IHSG akan kembali kondusif? Well, tidak ada yang tahu persis kapan IHSG akan kembali pada kondisi primanya, namun dengan mempelajari pola dan kondisi fundamental sekarang akan terlihat sedikit gambaran kondisi IHSG saat ini.

Boleh dibilang IHSG saat ini sedang demam, flu, batuk dan pilek. Setelah setahun lebih IHSG berlari kencang, sudah sewajarnya ia mengambil langkah untuk kembali istirahat (koreksi) dan memantapkan posisi (landasan) untuk kembali beralri kencang.

Wathclist Hari Ini 09-06-2015

IHSG ditutup melemah pada perdagangan kemarin, mayoritas indeks dunia dan asia melemah, kurs rupiah terhadap dollar juga melemah bahkan menembus level tertinggi sejak 1998. Pertanyaannya kemana IHSG hari ini?

Berikut ini beberapa ulasan singkat untuk pergerakan IHSG hari ini
1. Mayoritas indeks melemah, maka kemungkinan IHSG melanjutkan pelemahan sanagt besar
2. Kurs Rupiah terhadap USD menembus posisi baru sejak 1998, memberikan dorongan IHSG melemah cukup besar
3. Jika hari ini IHSG dibuka pada posisi dibawah penutupan kemarin, kemungkinan IHSG melanjutkan pelemahan masih sangat besar
4. Tidak adanya katalis atau sentimen positif membuat penguatan IHSG sepertinya sangat kecil
5. Belum adanya reaksi cepat dan tepat dari pemerintah 
6. Tidak adanya laporan ekonomi yang mampu memunculkan rasa optimisme pasar
7. Masih derasnya asing net sell