Perdagangan kemarin dimana IHSG kembali ditutup melemah lebih dari 1% dengan beberapa faktor yaitu melemahnya mayoritas bursa dunia dan ambrolnya rupiah yang hampir menyentuh level 13500 dan ini merupakan terlemah sejak 1998 (meski sebenarnya harus dianalisa lebih dalam untuk mengetahui dampak lanjutan kurs rupiah terhadap IHSG). Hal ini memberikan rasa ketar-ketir dimana perusahaan-perusahaan yang memiliki utang USD dan atau menggunakan USD dalam transaksi operasionalnya dapat mengalami penurunan kinerja yang tajam.
Lalu bagaimana dengan kinerja IHSG untuk hari ini? well, penulis masih belum optimis jika hari ini IHSG dapat kembali menguat, kenapa demikian? Sampai saat ini belum adanya tindakan nyata pemerintah yang mampu memberikan sentimen positif terhadap bursa maupun rupiah terhadap dollar, sehingga tidak adanya "suatu hal" yang mampu menjadi katalis terhadap kurs rupiah maupunbursa.