Selasa, 09 Juni 2015

IHSG Melanjutkan Pelemahan?

Perdagangan kemarin dimana IHSG kembali ditutup melemah lebih dari 1% dengan beberapa faktor yaitu melemahnya mayoritas bursa dunia dan ambrolnya rupiah yang hampir menyentuh level 13500 dan ini merupakan terlemah sejak 1998 (meski sebenarnya harus dianalisa lebih dalam untuk mengetahui dampak lanjutan kurs rupiah terhadap IHSG). Hal ini memberikan rasa ketar-ketir dimana perusahaan-perusahaan yang memiliki utang USD dan atau menggunakan USD dalam transaksi operasionalnya dapat mengalami penurunan kinerja yang tajam.

Lalu bagaimana dengan kinerja IHSG untuk hari ini? well, penulis masih belum optimis jika hari ini IHSG dapat kembali menguat, kenapa demikian? Sampai saat ini belum adanya tindakan nyata pemerintah yang mampu memberikan sentimen positif terhadap bursa maupun rupiah terhadap dollar, sehingga tidak adanya "suatu hal" yang mampu menjadi katalis terhadap kurs rupiah maupunbursa.

Senin, 08 Juni 2015

Ringkasan Perdagangan Hari Ini

Hari ini IHSG ditutup melemah mendekati 5000 dengan penurunan sebesar -1.68% atau sebesar -85.58 dan baik asing maupun domestik sama-sama melakukan aksi net sell. Berikut ini ringkasan perdagangan hari ini

Open : 5086                                       Low      : 5006
High  : 5088                                       Close    : 5014
Change        : -85.58
Change%    : -1.68%
Frekuensi    : 197.670
Volume       : 3.525.741.100
Value         : 4.212.210.205.146

Watchlist Hari Ini 08-06-2015

Potensi pelemahan lanjutan IHSG masih begitu kuat meski pada penutupan perdagangan hari jumat lalu IHSG berada pada zona positif. Anggapan ini didukung oleh melemahnya mayoritas indeks acuan baik Amerika, Eropa, maupun Asia sendiri serta melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang telah menembus 13,300. Selain itu outflow asing dari bursa kita juga masih terus berlanjut, dan hingga kini elum ada tanda-tanda bahwa asing akan melakukan inflow dan mampu memperbaiki struktur harga.

Disisi lain, meski berhembus kabar bahwa pada kuartal II ini perekonomian Indonesia membaik (meski masih dibawah angka 5) tapi ini belum mampu mengangkat IHSG kembali ke posisi Up Trend karena beberapa hal berikut : IHSG masih terus melemah dan selalu dibuka dibawah posisi penutupan hari sebelumnya, Indeks acuan mayoritas ditutup melemah, laporan perbaikan ekonomi kuartal II masih berupa pendapat dan belum adanya laporan resmi, melemahnya nilai tukar rupiah, dan terakhir adanya keinginan The Fed menaikkan suku bunganya.

IHSG Tertahan di 5100

Pada penutupan perdagangan kemarin jumat IHSG ditutup di level 5100, hal ini memberikan gambaran bahwa meski IHSG mencoba menembus 5100 namun kembali lagi meski pembukaan IHSG berada pada level dibawah penutupan perdagangan hari sebelumnya. Bagaimana dengan hari ini? well, berikut saya tunjukkan data perdagangan indeks acuan dunia dan asia

DJIA........................17,849        -56.12          -0.31%
S&P500...................2,092          -3.01            -0.14%
Nasdaq....................5,068          +9.33            +0.18%
DAX........................11,197        -143.45         -1.26%
FTSE100..................6,804         -54.64           -1.26%
CAC40....................4,920          -66.39           -1.33%

Minggu, 07 Juni 2015

Benarkah Menjadi Investor atau Trader Ditentukan Oleh Time Frame?

Menjadi masalah yang klasik dikalangan investor atau trader yang baru masuk kedalam pasar, dimana mereka kerap kali berdiskusi terkait status mereka atau seseorang sebagai investor atau trader dengan membandingkan time frame yang mereka tetapkan. Dengan demikian perdebatan yang sebenarnya tidak akan meningkatkan performa portofolio ini dapat mengganggu pemikiran seseorang terhadap pemilihan, transaksi, dan lama waktu memegang saham mereka.

Pandangan umum menyebutkan bahwa seorang trader memiliki time frame yang lebih pendek ketimbang investor. Seorang trader dengan time framenya yang pendek membuat mereka lebih sering keluar masuk pasar ketimbang seorng investor. Dimana pandangan trader dengan time frame yang (umumnya) kurang dari 1 tahun membuat mereka lebih suka mencari saham yang secara teknikal up trend sehingga lebih mudah mendapatkan keuntungan. Kemudian seorang investor yang sering dianggap memiliki time frame yang lebih panjang (biasanya lebih dari 1 tahun)  memiliki kesabaran yang tinggi dan sering kehilangan momentum untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Sabtu, 06 Juni 2015

Kontradiksi Price Earning Ratio (PER)

Beberapa waktu lalu ada seseorang yang menanyakan tentang PER, kurang lebih seperti ini pertanyannya “para master disini ada yang percaya gak sih kalau mau beli saham harus tunggu ratio P/E atau PER (Price Earning Ratio) nya rendah dulu?”.

Saya akan memberikan sedikit penjelasan (saya bukanlah master saham, tetapi dengan sedikit pengetahuan ini semoga bermanfaat) terkait PER ini agar para pembaca mengetahui dengan baik penggunaan PER, dan metode yang digunakan yang sesuai dengan PER.

PER (price earning ratio) atau rasio yang mengukur sebearapa besar rasio yang dihasilkan dengan membagi market price (harga pasar) dengan EPS (earning per share/laba per lembar saham) sehingga dihasilkan suatu angka yang bias digunakan untuk mengukur tingkat kewajaran sebuah harga saham di bursa.

Jumat, 05 Juni 2015

RIngkasan Perdagangan Hari Ini 05-06-2016

IHSG ditutup menguat 0.09% ke posisi 5100, berikut ringkasan perdagangannya

Open  : 5081                      Low     : 5075
High   : 5100                       CLose : 5100
Change        : 4,751
Change%    : 0.09%
Frekuensi    : 201.483
Volume       : 2.922.350.200
Value         : 4.170.910.775.099